Plant Based or Vegan?

Kalau akhir- akhir ini dengar berbagai topik diet, pasti pernah kebaca atau dengar perihal Vegan – Vegetarian – Plant Based.

Tidak jarang juga, banyak yang menyangka aku ini vegan. Tapi ada juga yang menyangka demikian, menyebutnya vegetarian. Tapi sebenarnya, kenapa sih ko penting banget dibahas ni di BLOG aku?

Sempat beberapa kali aku menyebut soal Plant Based Diet, sebut saja seperti itu meskipun aku sedang tidak menganut diet apapun. Sementara, ada beberapa temanku yang memang sudah menyatakan dirinya seorang VEGAN, which is to me memang lumrah banget sih. Hanya mungkin belum lumrah di masyarakat ya.

Apa bedanya Plant Based dengan Vegan dan Vegetarian?

PLANT BASED

Untuk orang yang menjalani Plant Based Wholefood, disini kita hanya focus mengkonsumsi pangan yang berasal dari tumbuh tumbuhan. Ya sayur, ya kacang kacangan, juga buah buahan. Semua yang ditanam. Konsumsinya pun diupayakan minim proses. Tapi ga harus mentah. Jadi maksudnya perbanyakan kukusan, rebusan, lalapan juga termasuk plant based loh:) Nah bedanya dengan VEGAN, di Plant Based, tidak berlaku untuk penggunaan minyak goreng, tepung-tepungan dan gula proses sampai table salt ya.

Produk hewani seperti susu sapi, daging – dagingan, keju olahanĀ  dan telur, tidak termasuk dalam konsumsi plant based ini. Nah, untuk beberapa produk makanan berlabel VEGAN- VEGETARIAN, itupun tidak termasuk dalam meal seorang PLANT BASED ya. Dalam arti, OREO kan VEGAN (yes, OREO is VEGAN)….tapi Plant Based People juga menghindari ini, karena tidak tergolong non-processed food.

Diluar pangan, PLANT BASED diet tidak sepenuhnya menghindari pemakaian produk hewan untuk skin care, baju, ataupun aksesoris aksesoris. Hanya terfokus pada apa yang dikonsumsi, bentuknya adalah murni NABATI.

 

Vegan

Veganism adalah suatu kepercayaan seseorang yang sangat mencintai dan menghargai kehidupan hewan hewan. Veganism, adalah gaya hidup yang tidak hanya dijalani dari segi pangan, tapi juga bahan bahan yang dipakai sehari hari. Vegan menghindari semua jenis produk apapun yang diuji ke hewan, mengandung ekstrak hewani (madu, kaldu, gelatin, cream wajah etc) sampai ke kemasan dan pakaian. Sutera, woll, mantel bulu , semua termasuk hal yang tidak disentuh oleh seorang VEGAN.

Untuk segi pangan, VEGAN masih bisa mengkonsumsi produk olahan atau kemasan yang berlabel VEGAN. Bukan VEGETARIAN ya. VEGAN.

 

Vegetarian

Sebenarnya, VEGAN itu adalah bentuk Vegetarian yang EKSTRIM. Vegetarian banyak macamnya lagi termasuk VEGAN. Vegetarian juga tidak mengkonsumsi daging, namun ada beberapa kelompok Vegetarian, yang non daging tapi masih mengkonsumsi Telur dan Susu. Ada juga yang tidak mengkonsumsi daging merah namun mengkonsumsi Ikan.

  • Lacto Ovo Vegetarian : Vegetarian yang menghindari semua bentuk daging hewan, tapi mengkonsumsi produk olahan susu dan telur.
  • Lacto Vegetarians : Vegetarian yang menghindari daging dan telur, tapi masih mengkonsumsi produk olahan susu.
  • Ovo Vegetarian : Menghindari semua bentuk daging dan susu tapi mengkonsumsi TELUR
  • VEGAN : Tidak sama sekali mengkonsumsi produk hewani maupun menggunakan produk yang mengandung ekstrak hewani.

Bagi orang yang tidak mengkonsumsi daging tapi masih mengkonsumsi produk dari laut, yakni ikan, seafood dan sebagainya disebut sebagai Pescatarians.

 

Apa yang aku coba jalani di Bulan January lalu adalah Plant Based, dimana saya berusaha mengurangi konsumsi olahan dan menghindari daging. Intensinya bukan untuk diet, tapi mereset system tubuh saya juga. Karena aku termasuk orang yang memiliki banyak alergi. Sulit tidak menjalani? Sulit, karena suami dan anak masih mengkonsumsi produk hewani. Lemas ga karena ga makan daging? TIDAK. Sama sekali tidak. Karena konsumsi sayur aku banyak banget per-porsinya. Dan itu sangat membantu metabolisme banget. Pencernaan lebih lancar lagi, badan enteng tapi tidak lemas. Tidur aku lebih baik. Kalau ditanya orang apakah aku Vegan atau adakah menuju Vegan, aku ga kepikiran. Yang utama sekarang adalah membangun kebiasaanku untuk focus ke pure food yang berasal dari tumbuhan. Aku pun juga kadang ga sanggup nelen kalau ingat darimana asal daging itu.

Aku menulis ini, semoga pembaca bisa menelaah kembali gaya hidup sekitar. Bisa membedakan, bisa mendukung., dan siapa tau, bisa ikut menjalani dan menjadi sosok yang lebih bugar lagi ya.

Lots of love

Britt