The New Yves Rocher Hydra Vegetal

This post will mostly be in Bahasa:) You can use the translator for English Version

About a week ago,  I got an invitation to the Launch Of The NEW YVES ROCHER skincare series “Hydra Vegetal”. Disana aku mengikuti acara Launch New Hydra Vegetal bersama rekan blogger dan media lainnya. Juga berbicara mengenari Pola Hidup dan pentingnya Menghidrasi Tubuh yang akan berpengaruh pada Kulit.

We might have seen the product before, and this time they have renewed the formula as well the “look” of the product. 

Jadi ini adalah tampilan HYDRA VEGETAL yang lama ya teman- teman

24 Hours Hydra Vegetal Skin Care Set

Untuk Hydra Vegetal yang lama ini memang sudah difokuskan untuk meng-hidrasi kulit. Namun hanya 24 Jam saja.

Sebelumnya, aku akan mention dulu Kondisi Kulit yang Dehidrasi Itu apa?

Dehidrasi itu adalah suatu kondisi dimana kadar air dalam tubuh kita berkurang cukup banyak karena suatu keadaan. Dimana air yang keluar jumlahnya lebih banyak dari yang tersedia di tubuh. Dan ini akan berpengaruh juga ke kulit.

Dehidrasi pada kulit bisa disebabkan oleh

Internal Factor 

  1. Faktor Usia : Mencapai Usia 30 tahun, kulit kita akan mulai mengalami fase penuaan dan akan berlanjut dengan kecepatan tinggi di Usia 50 tahun keatas
  2. Faktor asupan gizi : Apa yang sudah kita makan,apakah mencukupi kebutuhan Macro dan Micro Nutrients tubuh kita. Karena kebutuhan air minum dicukupi, tanpa bantun Macro dan Micro Nutrients, tubuh belum mendapatkan “sokongan gizi” yang baik termasuk untuk menutrisi kulit. 
  3. Kondisi Fisik, dan Mental (stress) : Bagaimana jam biologis tubuh kita bekerja sehari – hari? Bagaimana pola hidup kita harus dijaga dengan rutin berolahraga sesuai dengan kebutuhan masing – masing. Bagaimana jam istirahat ? Bagaimana kondisi mental kita, apakah stress mendominasi?

Eksternal Faktor

  1. Faktor Lingkungan tempat kita tinggal : Tinggal di daerah dataran rendah yang cenderung akan berhawa panas dan kering. Atau Tinggal di daerah dataran tinggi yang dimana suhunya dingin dan juga cenderung kering, dan dataran tinggi biasanya memiliki tekanan oksigen yang justru rendah. Atau di tempat yang iklimnya lembab
  2. Faktor Polusi : Asap rokok, asap kendaraan , ini biasanya dialami oleh kaum muda yang banyak bekerja di Lapangan. Karena asap rokok dan asap polusi kendaraan maupun pabrik itu merupakan zat racun yang pelan pelan akan berbahaya bagi kulit.
  3. Faktor Cuaca : Kembali seperti poin diatas, kita tau sendiri bahwa cuaca di Indonesia banya berubah , Yang kadang siang panas terik tiba tiba malam menjadi Humid. Atau malah sebaliknya.

Sebenarnya masih banyak lagi faktor yang bisa mempengaruhi hidrasi kulit. Kalau aku sendiri, kulit Dehidrasiku dipengaruhi oleh banyaknya keringat yang aku keluarkan sehari hari. Dan tahun tahun lalu, dimana aku banyak menjalani travel dengan pesawat yang tadi sudah aku jelaskan, kondisi ketinggian akan berpengaruh dengan asupan oksigen yang kita butuhkan. 

Salah satu cara mensiasati dan mencegah dehidrasi pada kulit itu adalah, dengan mencukup asupan nutrisi, air, dan menutrisi kulit menggunakan produk skin care yang sesuai. 

Perlu dipahami juga, bahwa Kulit Dehidrasi berbeda dengan Tipe Kulit yang Cenderung Kering. Karena Tipe kulit Kering belum tentu termasuk kondisi kulit yang Dehidrasi. Kulit dehidrasi bisa terjadi pada orang orang yang memiliki Type Kulit Berminyak, Kombinasi atau Kering.

Salah satu yang bisa membantu kamu menutrisi kulit supaya terhindar dari dehidrasi adalah Yves Rocher Hydra Vegetal with Edulis Cellular Water ini. 

Bahan utama yang menjadi juara dalam rangkaian Skin care untuk menghidrasi kulit ini adalah tanaman Edulis yang ditanam sendiri di Herbarium Milik Yves Rocher.

Edulis Plant 
Credit Photo : Yves Rocher

Edulis Cellular Water, para ahli di Yves Rocher mempelajari sukulen Edulis dan bagaimana ia mampu beradaptasi dengan lingkungan yang keras di mana ia cenderung tumbuh, termasuk pantai dan pantai berbatu, di mana  biasanya tidak terdapat banyak tanaman hidup. Mereka menemukan bahwa ekstrak tumbuhan ini juga dapat bermanfaat bagi kulit manusia dengan diserap dan disimpan di semua lapisan kulit, dan kemudian dilepaskan secara terus menerus selama 48 jam , sehingga membantu mengatasi dehidrasi.

Yves Rocher menanam sendiri succulents Edulis di rumah kaca di markas mereka di La Gacilly, Prancis dan mereka dibudidayakan menggunakan metode pertanian organik. Tunas tanaman dipanen sebelum berbunga dan melalui 5-tahap proses mengekstraksi air seluler: menghancurkan tanaman, menekan untuk mengambil sarinya (cold press), memisahkan unsur-unsur yang dibutuhkan, menjernihkan sari sehingga hanya airnya yang tersimpan and stabilizing all of it to get the skincare ready.

Seperti produk produk Yves Rocher lainnya, yang aku suka adalah produk mereka sudah teruji tidak menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Seperti SILICONE https://thefunctionalmama.wordpress.com/2017/11/03/chemicals-to-avoid-in-skin-care/, Paraben ataupun Pewangi yang keras.  Dan ini cukup safe dipakai diusia 25th ke atas, yang hamil dan menyusui, kulit sensitive yang ga bisa ketemu kimia. Kulit yang cenderung adiktif dengan bahan berat juga sebaiknya mengkonversi ke non harmful chemical products.

Nah, kandungan bahan – bahan penting dan juara tadi, ada terdapat banyak di Ultra Moisturizing  Liquid Serumnya. Jadi menurut Pakar Produk Yves Rocher, dengan memakai serumnya saja, kulit sudah mendapatkan perlindungan hidrasi yang cukup. Namun hasil akan lebih maksimal, bila dilapis lagi dengan krim pelembap sejenis atau yang sesuai.

Kalau aku pribadi, sudah sempat mencoba Cleansing Gel, Toner dan Serumnya. Aku tetap lapis kembali dengan Day cream dan Sunscreen, Malam pun dengan Night Cream Novage aku. Dan hasilnya ok banget. Tidak oily dan excessive. Tidak ada SEBUM yang berlebihan, dan memang juga tidak terjadi Purging atau breakout.

Kesimpulannya, rangkaian Produk Hyves Rocher Hydra Vegetal ini aman dan aku rekomen bagi kalian yang mau memiliki kulit lembab, bersih, glowy dan menjaga dari penuaan dini. Kalau kalian bandingkan dengan produk korea yang lagi beken, semua intinya sama kok, goalnya adalah menutrisi kulit. Nah meskipun Yves Rocher ini produk yang di rancang di negara Eropa, namun sampai saat ini, aku yang kulit Asia banget bisa nerima. Karena apa? Ya itu, aman dari bahan kimia yang berbahaya. Hasil tidak akan instant, meski jujur, semalaman tidur pakai serumnya, aku merasa besok paginya kulit aku kenyal dan glowy.

Aku tertarik banget untuk mencoba satu rangkaiannya, sekarang pakai Cleansing Gel , Toner dan Serum dulu. Sambil masih lanjut skin care sebelumnya sampai Habis. Hopefully kalian juga cocok ya pakai ini:)

Untuk saat ini , kalian bisa mendapatkan Produk Yves Rocher di Gerai Gerainya yang ada di PIM, Pacific Place, Lippo Mall Puri. Atau lebih lengkapnya bisa dilihat di WebSitenya Yves Rocher.

Lots of love!

Britt

Storing, Lock and Release, The Principles of How Edulis Cellular Water Works in Skin
TOP : Cleansing Gel
Bottom : Ultra Moisturizing Liquid Serum
Hydra Vegetal Cleansing Milk
Yves Rocher Herbarium and History Wall in Their Store

What I think about NovAge Skin Protector

A few Months ago I decided top purchase NovAge DayShield SPF 50 UVA/PA++++ as a replacement for my Yves Rocher Sun Protection that has been with me for a while. Since the nearest, Yves Rocher store was officially closed last month, and they do not have any stock for this sun protection products at any store in Jakarta. I decided to switch to NovAge.

This Sun Protection also came in a very compact size. In which basically I love it so much. It Has a very light texture, non-greasy, non-sticky. However, I’m not sure if it’s waterproof.

IMG20180914141745.jpg

It Has SPF 50 and also contains ingredients that help to slow down the ageing sign.

Here’s the formula descriptions came in the leaflet inside the box

  1. Brand Spectrum UV Filters The high SPF protection is achieved through the UVA and UVB Filters that help to protect skin from harmful rays. UVA Rays are the main contributors to skin premature ageing and PA ++++ is the highest level of UVA protection available to help prevent uneven skin tone, dark spots and wrinkles appearing and becoming deeper.
  2. Pollution Protect Technology – Helps to minimize the negative impact of environmental aggressors such as pollutions. This technology works like a second skin, forming an ultra-fine film on the surface of the skin that shields it from the surrounding environment.
  3. Anti Ageing & Moisturizing – The cream is infused with actives to give moisture back to the skin to protect the skin from dehydration. Additionally, it contains Vitamin E, a powerful antioxidant to help protect the skin from free radicals, a major skin ageing factors.

I get to notice my face is brighter, and have more glow. not that I’m trying to brag about this product but I seriously like it. The light feels after I apply it to my skin helps me to put on my make up easily and still I don’t feel like I’m using layers of cream.

If you wonder about any side effect, I personally did not experience any but a nice glowy look.

x

april_2018-09-14-14-12-31-237.jpg

Novage True Perfection Review

Hi Readers! I hope all of you are well.

I’ve been wanting to share a review on the skin care product that i currently use. And this one is from Oriflame. Please note that my blog is currently not endorsing or promoting any products, so all review are base on my own experience, honest, and real.

January 2018, tiba tiba kulit aku mengalami kekeringan yang cukup parah. Untuk warna, masih bersih tapi kusam ya, ga segar. Hanya bersih saja, tidak glowing. Dalam arti, bersih. Kalau disentuh, ada rasa busik nya. Kasar. Dan pori pori sekitas pipi dan hidungku kelihatan besar sekali.

Banyak faktor penyebabnya, salah satunya mungkin memang karena aku dehidrasi. Saat itu aku memang sedang kebanyakan kelas HOT YOGA, dan makan ku kurang banyak sayurnya.

Novage

Nah, kondisi kering ini sangat tidak nyaman ya bagi aku. Bukan soal terlihat jelek atau gimana, tapi aku sendiri risih, nyentuh muka tapi kok busik. Jadi risih kan.

Suatu hari, aku sedang iseng buka buka YouTube dengan Keyword Oriflame. Dan keluarlah satu review soal product ini. Yang Vloggernya juga seorang Pakar Bisnis Oriflame. Menurut penjelasannya, Novage True Perfection ini memang bagus untuk kulit usia lanjut ( i’m ageing gracefully lets just say that) , dan cenderung kering. Karena tag linenya Menghidrasi Kulit. Singkat kata, selepas menonton reviewnya, aku googling lagi deh review product ini dengan before afternya. Banyak yang berkata kalau mereka mengalami efek purging yang parah , banyak juga yang berkata dan memperlihatkan kulit glowing nya selepas penggunaan NTP ini selama 1 -3 bulan.

Jujur, banyakan positive review dan bukti afternya sih.

Akhirnya secara nekad banget, aku purchased deh one whole set . Harganya memang diatas 1 juta rupiah ya. Namun sudah satu set lengkap. Memang sebaiknya, kalau kita memakai skin care, pakai dengan lengkap mau dari brand apapun. Karena biasanya, setiap Merek memiliki kandungan bahan unik yang akan bekerja lebih maksimal bila dikombinasikan. Dan bukan malah bekerja dengan saling melawan dalam bahan. Nah efek “campur-campur” tersebut yang biasanya malah menyebabkan purging, jerawat atau malah kulitnya jadi rusak:( Meskipun hasil di setiap orang berbeda.

Novage True Perfection ini semua mengandung ekstrak silk tree yang katanya mengandung anti depressant , selain itu anti inflammatory, anti ageing dan astrigent properties yang berfungsi untuk mengecilkan pori pori dan menghambat produksi minyak berlebih.

Satu Set Novage True Perfection ini terdiri dari

  1. Cleanser
  2. Toner
  3. Eye Cream – roller
  4. Serum
  5. Day Cream
  6. Night Cream

“Aku tidak cantumin harga ya, kalian bisa check sendiri ke web resmi Oriflame ID bila tertarik. “

Sebelum aku menggunakan Product ini, diinstruksikan oleh para blooger blogger dan pakar kulitnya untuk Detox dulu at least 1 minggu. Namun aku hanya 3 hari dan tetap masih pakai sunscreen di siang hari . Dalam arti, aku stop penggunaan day cream dan night cream dari Yves Rocher. Namun untuk pencuci muka dan sunscreen, aku masih rutin pergunakan.

Hari pertama aku menggunakan Novage True Perfection adalah pagi hari, dan langsung saat dioleskan, mukaku langsung merah seperti gatal. Jujur, aku panik. Kenapa? Karena ini cukup mahal, aku takut kalau tidak cocok.

Untungnya, setelah kurang lebih 10menit, wajahku kembali normal, merah merahnya hilang begitu saja. Memang sempat ada rasa geli gatal disturb gitu, but its normal. Karena memang sedang diresapi dan berefek ke kulit.

Dalam SEMINGGU, muka aku sudah kelihatan lebih kenyal dan moist. YES! It is true and so true. People around me, seeing the same thing. Dan aku juga merasa lebih moist. Sampai bulan ini aku masih terusin pemakaian paket pertama Novage True Perfection, belum ada tanda tanda habis. Oh ya, Novage ini juga tidak menimbulkan ketergantungan ya. Aku pernah sengaja berhenti selama seminggu dan hanya pakai sabun dan suncreen saja. Kulit ku masih tidak purging atau berontak ke kondisi lain. Hanya ya memang aga kering saja. Pori Poriku definetely mengecil. Aku juga baru sadar. Dan! Komedo berkurangnya jauh sekali. Masih ada kok, tenang aja. Tapi entah gimana, sedikit sekali. Jerawat hampir tidak pernah nongol kecuali terkadang di masa masa PMS, itu aja. Itu pun, dalam seminggu bisa hilang lagi.

Minusnya dari Novage True Perfection hanya satu, Day Cream -nya tidak mengandung SPF. Namun itu bukan masalah besar sih, memang pemakaian sunscreen sebaiknya terpisah dari day cream.

Untuk kalian yang punya masalah, mungkin solusinya adalah mencari skin care set yang memang sesuai dengan kondisi kulit masing masing. Jangan deh ikut ikutan trend, kenapa? Karena ya kembali lagi, belum tentu berhasil di kulit kita. Gampang sih cari tahunya. Lakukan saja skin test di klinik atau booth kecantikan, lalu pelajari solusi bahan apa yang sesuai untuk mengatasi masalahnya. Skin Care yang bagus tidak perlu harga selangit.

Btw, meskipun aku tidak berniat mencantumkan nominal harga pasnya, aku hanya mau bilang, dibanding beli eceren berbagai macam brand, harga satu set Novage ini sebenarnya tergolong murah banget. Karena untuk Yves Rocher terdahulu saja, satu jar Creamnya bisa seharga Rp. 400an. Belum dengan Cleanser, Toner, Serumnya. Well, even tho i used variant products previously (my mistake), it did cost me more than 1jt bila ditotal untuk satu perangkat wajah rutin.

Again, this is review that might be useful for someone with skin problem:)

Hope this helps

xx

Chemicals to Avoid in Skin Care

These days, I am more concern on using natural products for daily basis use that contains less amount of chemicals. Although for me, and I think for most of us, it is quite hard to find a very natural product that really works repairing and maintaining our skin.

To my self personally, ever since I switched to Paraben – Silicone Free Botanical Products, i can claim my skin is moving on to a nice path. It is way moist, and clearer. I used to have lots of breakouts, and dark spots after it, but now its been months since I had that dark, dull skin look.

So I look and surf the net, trying to figure out, what exactly are the most dangerous chemicals in our skin care that we need to minimised or even completely avoiding it

Now, before you continue reading. I just want to remind you the main reason why i choose some products that are close to natural. Which Paraben and Silicone free. but still, some of it does contain SLS. So WHY?

Because, apparently, my skin has such bad reaction to drugstores products or i say Generic products that might contain these chemicals. And FYI, these chemicals have not proven to be the main cause of cancer. But just beware of your own skin reaction. That is the first thing to spot on.

I took this from 19 Chemicals to Avoid  by The Global Healing Article .COM

Lookout for These 19 Ingredients
To protect your skin and keep it looking young, firm, and bright, look for these chemicals in all skin care products–and avoid them.

1. BHA/BHT
Used to lighten skin, BHA and BHT are considered by the National Toxicology Program as a likely carcinogen. In studies, animals exposed to these chemicals developed stomach cancer and liver damage, and developed complications with their thyroid and reproductive organs. Banned in Europe.

2. Sodium Borate / Boric Acid
These chemicals interfere with hormones and cause infertility in men. Regular exposure is linked to low sperm counts. It absorbs easily through the skin and is used in diaper creams. Banned in Europe and Canada, and the cosmetic industry states it’s unsafe for infants.

3. Coal Tar
You can find coal tar still used in hair dyes and dandruff and psoriasis shampoos. It’s recognized as a carcinogen by the International Agency for Research on Cancer. On ingredient lists, it goes by aminophenol, diaminobenzene, and phenylenediamine.

4. Formaldehyde-Releasing Preservatives
Another known cancer causing agent, formaldehyde also harms the brain, interferes with growth and development in children, and induces asthma. These preservatives slowly release formaldehyde to keep the skin care product from spoiling. These often trigger allergic reactions on the skin. If you’ve ever experienced a contact allergy after using a skin lotion, it probably had one of these ingredients: DMDM Hydantoin (very common), diazolidinyl urea, imidazolidinyl urea, methenamine, and quaternium-15.

5. PEG Compounds
These go by many names like Propylene glycol, polyethylene glycols, or polyoxyethylene as they are petroleum-based compounds. But they go by other names too; If you see a word with “–eth” or “–oxynol” in it, it’s likely one of these PEGs. These chemicals can be contaminated with 1,4-dioxane, a chemical the FDA says may cause cancer.[3]

6. Mercury
You know mercury is bad, but some cosmetics use it to lighten the skin. It absorbs easily through your skin and with enough use can develop into mercury poisoning. Steer clear of products with “calomel,” “mercurio,” “mercurio chloride,” or just plain old “mercury.”

7. Hydroquinone
Another skin lightener, it causes a skin disease called ochronosis that features black and blue lesions that can become permanent. In animals, studies have found enough exposure leads to tumor development.

8. Oxybenzone
Sunscreens use oxybenzone to absorb UV light. In humans, this chemical causes skin irritation and allergic reactions. Animal studies report it acts as an endocrine disruptor and interferes with hormone activity.

9. Triclosan
You’ll find this one in many antibacterial hand soaps and hand sanitizers. But it’s also used in deodorants, skin cleansers, and toothpaste. It’s another endocrine disruptor that harms your thyroid and reproductive hormones.

10. Parabens
You’ve probably seen a slew of products marketing themselves as “paraben-free.” These chemicals mimic estrogen and lead to hormone imbalance. Now, CDC reports suggest their presence in every American’s body. Whether they are or aren’t, avoid products with parabens to prevent reproductive issues like infertility or slowed growth and developmental disorders in children.

11. “Fragrance”
Also called perfume, these terms indicate a mixture of ingredients that cosmetic companies don’t have to legally tell you about. Three thousand or more chemicals may be used to create a fragrance. Some “Unscented” products contain fragrances with masking agents.[2] Some fragrances have been linked to allergic reactions, asthma, and breathing difficulties while others have links to cancers.

12. Phthalates
A common ingredient in “fragrances,” phthalates block testosterone and damage a man’s reproductive system. These dangerous chemicals have also been linked to an increased risk of breast cancer.[4]

13. Petroleum distillates
Used in mascara, these ingredients come from oil refineries and often contain impurities linked to cancer.

14. Siloxanes
These, and similar ingredients labeled as “methicones,” soften and smooth skin. They also disrupt your hormones and interfere with fertility and libido.

15. Sodium Lauryl (Laureth) Sulfate
You’ll find this one in most shampoos, soaps, and cleansers. It may contain 1,4-dioxane, a known carcinogen, and ethylene oxide, a chemical known to harm your nervous system. The California EPA has even identified it as a possible developmental toxin.[5]

16. Toluene
Used in nail polish, toluene is also used in paint thinners. Research suggests it interferes with the human immune system and may be tied to the development of malignant lymphoma.

17. Retinol, or Retinyl Palmitate/Acetate
These vitamin A compounds are not safe for skin use. Sunlight breaks them down and creates free radicals that increase the risk of skin cancers. Avoid all skin and lip products with any of these vitamin A chemicals.

18. Fungicides
Used in dandruff shampoos, these ingredients wreak havoc when rinsed down the drain and into nature. Researchers report that one fungicide, climbazole, kills tiny organisms like algae and stops growth in larger plants and fish.[6]

19. Nanoparticles
Many cosmetics now use nanoparticles to deliver chemicals to the surface or even into the skin. Many of these products have not been evaluated for safety. Some are even used in sprays that make it possible for particulates to enter your lungs and blood stream.

Now,

with so many things being listed above. What do we do now?

First, we can always rely on naturals ingredients from what we use everyday in the kitchen. Ground coffee as scrub/exfoliator. Coffee is good as well to prevent wrinkles and heal marks. Himalayan Salt , Sugar, Coconut Oil, Olive Oils

Seek for the alternatives of these chemicals and I think through time we find ourself living the natural way.

I must say, i have not completely use natural ingredients. But I use Coconut Oil and Castile Soap – made of Vegetable Oil 99%, that is multifunction!

xx

Britt

Kanker Kulit : Penyebab dan Pencegahannya

Selama ini, sering sekali kita melihat di Feed Instagram, beberapa online shop dan brand kosmetik gencar mempromosikan produk Sun Protection. Dan apalagi, iklim di Indonesia, kalau sudah terik, panasnya betul betul menusuk kulit.

Saya sering sekali juga, mengingatkan teman teman dan pembaca untuk menggunakan Sun Protection. Terus terang, sedari muda, saya on and off banget menggunakan sun block, tapi pasti selalu punya. Suatu ketika, pada November 2014 ,sewaktu hidup 10 hari di Auckland, seorang teman dekat saya mengingatkan. Bebrit, kamu ga pakai SunBlock? Kamu tau ga sih, disini itu ozon nya sudah menipis. Jadi rentan sekali Kanker Kulit dan spot.

Sudah pun diingatkan seperti itu, masih juga saya sering lengah. Karena apa? Jujur, produk sunblock yang saya pakai waktu itu ROC dan Banana Boat yang memang agak sedikit sticky ya kalau dipakai. Lalu, keliatannya putih banget di muka saya yang geseng ini.

Setahun yang lalu, teman saya seorang pemilik Online Shop kosmetik yang khusus Korean Brand, kembali mengingatkan saya bahayanya paparan sinar matahari yang langsung ke Kulit.

Klik Link di Bawah ini untuk melihat Video yang dikirimkan ke saya ya

How The Sun Sees You

Saya lansir dari MSN.COM

Kanker kulit merupakan sebuah kondisi kelainan sel DNA yang tidak normal di kulit manusia, dan secara umum menyerang sel tubuh sehat dengan ganas. Kelainan ini menyebabkan sel tumbuh dengan tidak terkendali dan membentuk massa sel kanker. Sebagian besar kerusakan DNA di sel kulit diakibatkan dari radiasi ultraviolet (UV) yang ditemukan di sinar matahari.

Selain itu, kanker pada kulit berisiko jika kulit terkena zat beracun atau Anda memiliki kondisi sistem kekebalan tubuh yang lemah. Umumnya, ada 3 jenis kanker pada kulit, pertama adalah karsinoma sel basal yang merupakan jenis kanker yang paling umum menyerang kulit, kedua ada karsinoma sel skuamosa, dan yang terakhir adalah melanoma.

Melanoma itu apa?

Bentuk paling berbahaya dari kanker kulit, pertumbuhan kanker ini berkembang saat kerusakan DNA yang tidak diperbaiki pada sel kulit (paling sering disebabkan oleh radiasi ultraviolet dari sinar matahari atau penyamakan tempat tidur) memicu mutasi (cacat genetik) yang menyebabkan sel kulit berkembang dengan cepat dan membentuk tumor ganas. . Tumor ini berasal dari melanosit yang memproduksi pigmen di lapisan basal epidermis. Melanoma sering menyerupai tahi lalat; beberapa berkembang dari tahi lalat. Mayoritas melanoma hitam atau coklat, tapi warnanya juga bisa berwarna, merah muda, merah, ungu, biru atau putih. Melanoma disebabkan terutama oleh paparan sinar UV yang terus-menerus (sering menyebabkan sengatan matahari), terutama pada mereka yang secara genetik cenderung terhadap penyakit ini. Melanoma membunuh sekitar 10.130 orang di AS setiap tahunnya.

Jika melanoma dikenali dan diobati lebih awal, hampir selalu bisa disembuhkan, tapi bila tidak, kanker bisa maju dan menyebar ke bagian tubuh yang lain, dimana menjadi sulit diobati dan bisa berakibat fatal. Meskipun bukan kanker kulit yang paling umum, hal ini menyebabkan kematian terbanyak. Pada 2016, diperkirakan 76.380 di antaranya adalah melanoma invasif, dengan sekitar 46,870 pada pria dan 29,510 pada wanita.

Sumber : Skin Cancer Org.

Melanoma sendiri awal mulanya terlihat seperti tahi lalat yang lunak, gelap. Namun, yang perlu diwaspadai adalah apabila ia makin membesar.

Selain Melanoma masih ada beberapa jenis kanker kulit yang lain. Namun kali ini saya akan bahas perihal penyebab dan pencegahan yang masih bisa kita lakukan. Untuk selengkapnya mengenai Kanker Kulit, bisa dibaca di http://www.skincancer.org

Lalu, apa hubungan paparan sinar matahari langsung dengan kanker kulit?

Salah satu penyebab kanker kulit adalah UV RAY

The sunlight that reaches us is made up of two types of harmful rays: long wave ultraviolet A (UVA) and short wave ultraviolet B (UVB). UVA rays penetrate deep into the dermis, the skin’s thickest layer.

Sinar UVA dan UVB berbahaya bagi kulit, dan dapat menyebabkan kanker kulit, termasuk melanoma. Blistering sunburns pada anak usia dini terutama meningkatkan risiko, tapi berjemur di kemudian hari dan keterpaparan kumulatif juga bisa menjadi faktor. Orang-orang yang tinggal di lokasi yang memiliki lebih banyak sinar matahari – seperti Florida, Hawaii, dan Australia – mengembangkan lebih banyak kanker kulit, namun beberapa lokasi di utara dengan populasi berkulit terang juga memiliki jumlah kanker kulit yang tinggi. Hindari menggunakan stan penyamakan atau tempat tidur penyamakan, karena meningkatkan paparan sinar UV Anda, meningkatkan risiko pengembangan melanoma dan kanker kulit lainnya

Paparan yang tidak terlindungi dapat menyebabkan penuaan dini kulit dan kerutan (photoaging), dan penekanan sistem kekebalan tubuh. Sinar UVB biasanya akan membakar lapisan dangkal kulit kita. Ini memainkan peran kunci dalam pengembangan kanker kulit. Intensitas sinar UVB bervariasi menurut musim, lokasi dan waktu, dengan pukul 10.00 sampai 16.00 menjadi jam sibuk. Kulit yang terbakar sinar matahari tidak hanya terasa mengerikan, namun bisa menyebabkan kerusakan permanen dari waktu ke waktu.

Selain Paparan Sinar Matahari langsung, beberapa faktor lain juga menjadi penyebab kanker kulit.

Antara lain :

  • Moles atau Tahi Lalat : Ada dua jenis tahi lalat: tahi lalat normal – noda coklat kecil, pertumbuhan, atau “tanda kecantikan” yang muncul dalam beberapa dekade pertama kehidupan di hampir setiap orang – dan tahi lalat atipikal, juga dikenal sebagai nevi displastik. Molus atipikal bisa menjadi prekursor melanoma, dan membuat mereka berisiko terkena melanoma. Tapi terlepas dari jenisnya, semakin banyak tahi lalat yang Anda miliki, semakin besar risiko melanoma Anda
  • Genetik atau Faktor Turunan dari keluarga anda yang pernah memiliki sejarah Kanker Kulit.
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah : yang dikompromikan sebagai hasil kemoterapi, transplantasi organ, paparan sinar matahari yang berlebihan, dan penyakit seperti HIV / AIDS atau limfoma dapat meningkatkan risiko melanoma Anda

Nah sekarang kembali ke penggunaan Skin Care kita yang dimana kita sebut dengan SUN PROTECTION.

Sun Protection sendiri terbagi lagi menjadi dua. Yakni Sun Screen dan SUN BLOCK

Sunblock, jenis fisiknya, mengandung bahan organik dan non-organik yang berada di atas kulit yang berfungsi sebagai penghalang antara kulit Anda dan sinar UV yang merusak dengan merefleksikan atau menyebarkan sinar UVB. Carilah produk dengan octyl methoxycinnamate, octyl salicylate dan octocrylene.

Tabir surya atau SUNSCREEN, jenis kimia, menembus kulit dan menyerap sinar UVA sebelum mereka dapat mencapai dan merusak lapisan dermal Anda. Seng oksida dan titanium dioksida adalah bahan aktif dalam menangkis sinar UV yang berbahaya sebelum mencapai lapisan luar epidermis pelindung kulit Anda. Bahan lain yang harus dicari adalah ecamsule, yang merupakan pelindung matahari yang bisa dipindai yang menghalangi sinar UVA.

Sunblocks diformulasikan untuk melindungi sinar UVB, sementara tabir surya melindungi terhadap UVA. Untuk melindungi kulit Anda sepenuhnya, pilihlah tabir surya yang diformulasikan secara luas yang akan melindungi sinar UVA dan UVB. Beruntung hari ini, formula sering mengandung campuran keduanya.

Lalu gimana cara mengetahui jumlah SPF yang kita perlukan?

Setiap kemasan Sun Screen dan Sun Block akan selalu mencantumkan jumlah SPF yang terkandung. Nah cara menghitungnya adalah berapa lama kita akan terpapar sinar matahari dikalikan dengan jumlah SPF dalam produk tersebut.

Misalkan

SPF 30 adalah 30 dikalikan 10 menit : Maka Ia akan melindungi kulit selama 300 menit. Selepas itu, kita sebaiknya mengoleskan lagi hingga selesai kegiatan outdoornya.

Semakin tinggi angka SPF tidak mengindikasikan seberapa kuat perlindungan yang disediakan oleh produk tersebut. SPF10 melindungi Anda dari terik matahari sama baiknya dengan SPF15 atau SPF50 sekalipun. Tingkat SPF tinggi akan memblokir lebih banyak UVB, namun tidak menyediakan 100% proteksi dari risiko kulit gosong. Namun, produk ber-SPF tinggi mampu memberikan perlindungan lebih baik dari risiko kerusakan kulit jangka panjang, seperti kanker kulit.

Semakin kecil tingkat SPF, Anda harus lebih sering untuk mengaplikasikan ulang untuk memperlama waktu Anda beraktivitas di bawah terik matahari tanpa khawatir terbakar.

Perlu diingat bahwa produk pelindung matahari, baik itu tabir surya atau sunblock, mudah terbilas air, membuat sebagian tubuh Anda menjadi rentan terhadap sinar UV. Mengaplikasikan perlindungan matahari secara tidak merata atau tidak cukup sering dapat mengurangi efektivitasnya. Berapapun tingkat SPF dari produk yang Anda gunakan, gunakan ulang secara merata baik setelah jangka waktunya habis, atau segera setelah selesai berenang atau berkeringat.

Now for some confusion….

upset-534103_640

Nah, pernah nih, saya mengingatkan seorang teman yang hobinya traveling out door sampai gosong. Dia berkata bahwa suncreen atau sun block tidak dapat melindungi kulitnya dari GOSONG. 

Betul. Sun Protection tidak menjamin kulit kita yang terpapar matahari atau sengaja memang di gelapkan – menjadi tidak gelap atau belang atau gosong. Sifatnya hanya melindungi kulit kita dari UV Rays yang berbahaya itu.

Bottom line, saya ga musuhan sama MATAHARI. Kita juga sebaiknya bersyukur ya, matahari bersinar terang. Karena dialah sumber kehidupan di Bumi dan Tata Surya. Namun pintar pintar juga kita ni merawat diri kita. Saya termasuk anak matahari. Sukanya main diluar. Saya ga takut hitam, tapi akibat paparan matahari, bisa memicu timbulnya spot hitam di kulit.

Jadi, ibu ibu dan wanita cantik sedunia. Silahkan mulai membiasakan diri memakai Sun Protection ya. Buat Anak anak juga ada kok. Jangan ditunda. Jangan main main dengan Matahari. Biarkan juga anak anak bahagia main di luar dengan alam, tanpa harus terkena resiko penyakit kanker kulit.

Ini beberapa Produk yang sudah saya pakai ya, termasuk untuk si anak bocah