COVID 19 in 2021 – Day 8 Isolation

I wasn’t sure on how to write this thing down in details. But I really want you to know that, getting exposed by this so popular Virus is something frightening, mentally challenging, but a blessing in disguise?

Hang on, What? Maybe I am Crazy

Thursday 28th of January 2021

I felt nothing, nothing but – feeling sluggish from the sleep deprive ( maybe i had it already by then). Feeling paranoid whenever i have to leave home for work or groceries. Stress about many things of course. Other than that, i felt nothing except my period is almost due in few days. Ha!

Went to work in my AER PRO MASK that i bought specially for teaching (cause that cost me about $2 per -mask and its non reusable), taught from 7 to 3pm, and did my rapid – antibody that came out – REACTIVE. Lalu apa? Ya seperti biasa, kirim ke Ibu Dokter yang adik sendiri. And she answered, langsung PCR Aja Kak.

My hands were shaky, sejujurnya i was shocked. I did not expect that to happen on my third day ~ back to work (ddoh!) But i Got to chill. The next thing i remember, aku texted my clients, to cancel the sessions that day. Karena Otak langsung kayak telur kocok, aku hanya tanya adikku, kemana PCR. Padahal udah tau daftar lab mana aja yang hasilnya cuss. Tapi akhirnya larilah ke RS Proklamasi BSD – yang harga PCRnya 1 juta 4 ratus (IDR 1.400.000) – Hasil keluar dalam 48 jam jo. (LAMA).

Ya sudah, saya dengan tenang nyetir sambil berdoa lihat ke langit cerah hari itu. Kalau mau tau isi doanya adalah “Tuhan, apapun hasilnya, ini udah harus saya jalani. Tolong siapin saya, bantu saya ikhlas dan selamatkan anak dan suami saya” . Ga pake nangis, ga pake mellow, aku cuss nyetir ke RS PROKLAMASI.

Di RS cukup lama ya menunggu dipanggil untuk giliran SWAB PCR yang dilakukan oleh Dr. Specialis THT yang bertugas saat itu. Aku lupa namanya, tapi aku cukup respect dengan segala penjelasan yang beliau berikan sebelum swab. Mengingat itu SWAB PCR aku yang pertama.

Okelah, mari kita colok hidungnya. Dan mungkin aku sedikit lebay pakai nafas pilates pas diambil sampel saking takutnya. Nah, satu hal yang diluar biasanya adalah, khusus hidung kiri, ketika pengambilan sample harus dilakukan dengan bantuan satu alat untuk membuka hidung kiri ku yang memang sempit dan sinus parah. Too extra ya kayaknya ribetnya SWAB kali ini.

Anyway, sepulangnya dari SWAB aku masih stay dirumah, begitu juga anak dan suamiku. Yang berbeda adalah, AKU terus memakai MASKER dan stay away dari anakku ketika aku tidak memakai mask. Jadi aku sudah beranggapan bahwa aku memang mungkin (+). Aku tidur menggunakan masker terus, aku hanya lepas ketika sudah pisah kamar di hari kedua.

Sabtu malam, Pihak RS menelepon akhirnya dan menginformasikan kalau aku positif Covid dengan kondisi CT Value di 37.7 . ( Aku bukan dokter, namun keluarga dan adik adalah dokter yang memang paham kondisi ini). Melt down, yes, nangis, yes sedikit aja.

Next thing i did adalah hubungi adikku, segera info apa aja yang harus dilakukan, salah satunya untung sudah terjadwal yakni SWAB Anak dan suami. Lalu plan ISOLASI MANDIRI (ISOMAN). Setelah adikku, segera aku menghubungi Tempat Kerja dan teman yang memang meski tidak ada close contact dengan aku tapi tetap berada seruangan. Untuk semua clients yang aku pegang di Kamis 28 January, aku segera hubungi di hari Minggu paginya via phone calls.

and the story goes… Setelah Di Hari Minggu siang, Hasil Swab Anak dinyatakan (-), Haka segera dibawa ke rumah mamaku. Kenapa begitu? Karena dirumahku tidak ada mba, dan sementara menunggu suami PCR terjadwal Senin di Eka hospital, kita ga mau ambil risk.

Di Hari Selasa, suami dinyatakan (-) Covid. Puji Tuhan. Pertanyaannya, aku ISOMAN dirumah sama suami gimana? KIta tidur pisah. Aku pinjam kamar anak (yang nantinya setelah berakhir isoman akan segera di-steril), dan selalu pakai masker ketika aku keluar kamar. Aku hanya tidak menggunakan masker ketika sedang berjemur.

Sekarang di hari ke 8, dimana dengan hasil LAB kemarin harusnya aku sudah bisa dikatakan NEGATIVE. Dan mengikuti anjuran resmi Kemenkes dan WHO, Positif CVD tanpa Gejala dapat melakukan isoman sampai 10hari terhitung dari dia dinyatakan (+) tanpa harus SWAB PCR ULANG.

Please See the link for more details on WHO https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/criteria-for-releasing-covid-19-patients-from-isolation

Dan mengingat juga saat hasil swab keluar CT Value aku cukup tinggi, dimana ukuran 35 keatas itu adalah indikasi sembuh/negative. Aku sangat optimis bisa sembuh dan meski tidak perlu PCR lagi namun aku mungkin akan ulang di Minggu besok dimana persis 8 Hari setelah aku dinyatakan (+) namun 10 hari dari tanggal pengambilan sample.

Untuk Guideline di INDONESIA – SESUAI ANJURAN KEMENKES, Please see this Video https://www.youtube.com/watch?v=-M1E66uuCqA

FREQUENT QUESTIONS ASK

Gejala apa yang aku rasa?

Hanya lelah dan symptoms dari pre menstrual saja. Seperti capek, pegel pinggang in which normal di setiap bulannya. Aku. ngerasa ngantuk, tapi juga ini adalah efek kurang tidur yang ternyata, Insomnia (yang cukup KRONIS dan jarang aku alami) adalah salah satu gejala akibat COVID. Lelah berlebihan, yang dimana persis sama dengan tanda – tanda pre- menstrual setiap bulannya. Disini juga mungkin bertepatan sekali, karena Setelah Period aku di tanggal 2 February, aku merasa badan jauh lebih enak.

Apa Rasanya setelah dinyatakan Positif?

Banyak sekali yang nanya ini hampir setiap hari. Aku rasanya sedih di awal karena aku hanya keinget ANAK. Dan orang orang yang sempat berada disekitar aku ataupun bersentuhan dengan aku. Lebih khawatir dan akan lebih stress kalau sampai menularkan virus ini ke mereka. Which sukurnya, TIDAK, beberapa yang ada kontak terakhir dengan aku , sudah mengabari kalau mereka (-).

Selain itu rasa penasaran “DAPAT DARIMANA” itu aku cepat cepat hilang kan di hari pertama. Kenapa harus begitu? Karena memikirkan hal itu sangat membuang energi. Percuma. Karena VIRUS ini sudah sangat berani dan mudah ditularkan, sulit sekali aku mengingat kronologis, dan menunjuk suspek. Dan aku rasa, menyalahkan juga tidak ada gunanya lagi. Jadi saran aku, apabila ada dari kalian yang membaca ini dan mungkin mengenal orang yang mengalami atau sedang mengalami hal yang sama, cepet cepet belajar ikhlas.

Dapat Dari MANA? Duhhh…..Ini asli gue gimana jawabnyaaa

Nah ini lagi…KOk bisa? Kok bisa? KO Bisa? Itu berulang kali aku dengar. Namun di hari pertama aku reaktif, aku sudah tidak ingat untuk berasumsi, atau bertanya dari mana virus ini masuk. Aku yang dirumah dan kerja saja, Tidak ada dine in sama sekali, kecuali sehari sebelum aku reaktif. Itu pun hanya 45 menit. Kalau mau menyalahkan susah juga, siapa yang mau disalahkan. Malah sebelum sebelumnya, kalau dengar ada yang (+) aku suka parno, takutnya gueee yang nularin. Jadi kalau tau ada yang positif, coba kitanya mawas diri dikit juga. Karena it could be from anywhere saking merebaknya virus ini. Masker adalah satu benda yang wajib selalu kita pakai dan rutin kita ganti. Sebelum terjangkit, aku rutin mengganti masker selama bekerja, sampai akhirnya aku memutuskan memakai masker KF94 sepanjang hari, dihari aku dinyatakan reaktif (tidak berkorelasi sebab akibat). FYI, masker ini memang sangat tight fit dan bisa dipakai 36 jam. Ketat namun kita masih punya ruang bernafas.

source. AER x KTD Mask

Aku termasuk orang yang enggan melanggar protokol dan rajin berkumpul. Dirumah pun sudah dibiasakan untuk disinfek setelah kumur atau gosok gigi/toilet. Dibiasakan ketika berkumpul pun, masker wajib dipakai. Jadi benar benar hati hati. Dan juga di STUDIO pun selama 3 hari aku visit,makan siang 2x aku skip, dan 1 kali aku makan hanya sendirian saja (dimana ini hari terakhir aku kerja, di hari aku jalani test rapid).

Lalu APA aja jadinya OBAT atau SUPPLEMENT yang dikonsumsi?

  • Vit C 2 x 500 mg – Sebenarnya ini sudah rutin dikonsumsi jadi dilanjutin saja.
  • Vit D 2x 5000IU
  • ZINC
  • Melatonin 3mg – Double Dose (karena dibeberapa orang, insomnia kerap dialami)
  • LIANHUA 4 Kapsul x 3 / hari – hanya selama 3 hari
  • Vit B Complex – Melanjuti sehari hari
  • AIR PUTIH – im a water person, jadi ga sakit aja minum air putihnya banyak. Kali ini bisa sampai 3 liter perday.
  • Azithromycin – Antibiotik

Mental HEALTH:

Karena sungguh ini virus sama mental amat sangat bertentangan, maka aku putusin untuk disable my IG account for temporary. Kenapa? Pertama karena banyak hal ngaco yang aku kadang mau ga mau baca. Soal COVID aku hanya percaya dokter yang benar dokter di keluargaku. Yang menangani, dan melewati Virus ini tentunya. Kedua, aku ga kangen sama sekali buka IG, dan dengan begitu banyak DM yang akhirnya masuk, memberi pertanyaan yang sama, apa yang harus kujawab? Karena selain bagaimana kondisi aku, darimana aku dapat virus ini aku beneran ga tau. Dan sudah bukan saatnya perlu tahu, hanya perlu melawan dulu virus ini. Karena menyalahkan juga ga da gunanya. Mental Health disaat kita sehat – semasa pandemi – aja udah sangat diuji. Apalagi ketika kita terpapar bung, setengah mati jaganya. So do what you have to do. If you feel like turning your phone is the best thing, then do it. Unfollow, Blocked, whatever necessary for your health. Mine is sure, disabled my account and not seeing any COVID Related news or whatever, is the best decision.

Daily LIFE Experience:

Ups and down. Hari hari gila marah marah ke suami, Tapi dia masih ada nemenin dirumah. Dan memang di hari ke empat my period started. My Body feels better. Lighter. Mood juga jadi lebih baik. Overall it was better. Hampir setiap hari dibanjiri paket dari banyak orang baik:) Kiriman supplemen, desserts, Buah buahan, makanan, dan banyak sekali kebaikan yang aku dapat.

Sekarang aku menghitung hari untuk sembuh dan bisa ketemu anakku. Melalui Blog ini, aku hanya bisa menyampaikan bahwa setiap orang deal dengan situasi ini berbeda beda. Aku santai, berusaha IKHLAS dan sekali lagi, legowo. Ga penasaran dapat virus darimana, tapi hanya berjuang mau sembuh. Karena sekarang aku sadar, HIDUP SEHAT itu ga selamanya bebas dari sakit. Tapi HIDUP sehat itu yang bisa jadi tameng ketika kita sakit. Karena kalau ga begitu, kita punya apa untuk bertahan?

Dan selalu pakai masker, berpikir, kitalah yang membawa virus. Humble aja sedikit, instead of thinking kita ga bakalan kena, mawasnya it can happen to anyone of us. It knows no race, blood type, this virus is real. Tidak menanam paranoia, namun tetap waspada.

Till then,

xx

When Jakarta Went BlackOut August 4th 2019

The Time I wrote this…its still dark in my area.

Live in BSD City, about 48minutes from South Jakarta, its Sunday August 4th 2019.

Well..yeah…its a massive black out.

Most of everyone i know are complaining through their FB, IG and the whatsapp.

Meanwhile, as usual, I did not fully realized that it has started 8 hours ago. Euhhh..

Meanwhile, back at Home, I actually enjoying this moment.

I need this more than anyone😂. A Peace, a quiet moment.

My thought was just…well, we have forced the earth and nature and the Power source for soooo many times and probably overuse them.

We have wasted resources from earth, and not ever considering, that “they” have their own capacity. And maybe, maybe today…they need to take some time off.

Or maybe, People in Jakarta and My area are in need of some quiet time. To reflect. That..it will not always party here. And that we have not value our “real life”. We value more the digital life, the social life existency over quality…just maybe.

The Positive take outs

•Less Spend

•Save energy

•Mind Body Reflects

• Save MONEY HONEY as everything are close out early.

So what am i doing now? Finally, i sit and write down throu my Phone. Enjoy the quietness, I have time to reflect and just enjoying this time with a glass full of Ice water. 😁

What I did? I Put Haka to sleep earlier, soothe him and sang Lullabies.

What will i do next? Probably ordering more Emergency Fan, cause im living with Two MALES that totally can not live without Air Con😁.

Remember to be gratefull in every situation. Darkness helps us to see and find peace within along with the silence.

Xx

Britt

How She Does It All?

Pasca Lebaran! Gubrak gubrak jenng jeng jeng..ahey!

Hi,

Senang banget hari ini aku bisa balik nulis lagi. After 8 months??

Ceritanya I’ve been focusing my self a lot learning And Studying Pilates. And Long story short, yes I Have left my work as Group X Instructor.

And….anyway, this June, aku menjadi Pekerja Paruh Waktu yang dimana tetep belajar, Pilates, tambahannya Social Media consulting dan Agency yang dikelola sama sama temen kuliahku. Sambil terus terima PO Susu Almond Homemade (cobain yuukks) .

Awalnya semangat bingiits, sampai akhirnya Si Mbak Kadek yang cukup Lehendarys itu, pergi tanpa kabar. Wa gila sih macem LDRan abis.

Then how?? Gimana caranya gue tetep kerja, sambil ngangon si Haka yang beranjak gede ya, masak, ngepel, dan sebagainya.

Jujur, setelah kira kira 1,5 bulan, aku baru nemu polanya yang ngeKlik setelah berhari – hari sakit akibat stress di PehApe-in si Mbak, plus harus tetep kerja yah.

Jadilah setelah seminggu pasca Lebaran, aku singsingkan lengan, betat betat otot dengan pekerjaan rumah.

Apa sih sehari hari pekerjaan dirumahku itu? Atau what are my main house chores?

1. Bersihinin 2 kamar tidur itu pasti

2. Sapu dan Pel, nah ini minimum ya 2x shari. Entah gimana ya, debu itu banyak banget, dan lately baru ngeh bahwa ya bukan rumahku yang kotor (blagu..) tapi ya memang debu itu dibawa oleh angin dan udara (syedih..)

3. Nyuci baju, jemur

4. Masak

5. Ngangon Haka.

6. Nyuci Piring.

Ya elaah, gitu aja ya?

Ya iya sih kali gitu aja…ditambah sama kerjaan men. Yang meskipun sekarang banyak aku kerjain dirumah, pas senggang. Tapi tetep aja loh, cukup bikin tepar dan kalang kabut.

Akhirnya, si ayah bilang…dibawa santai ajaah.

Oke beklah…meski awal awal pake nyinyir semilir …ye iyee, pan gue yang beberes, situ mah nyante ajeee.

Tapi akhirnya aku berhasil scheduling semua untuk dijalanin.

Apa sih yang dilakuin?

No 1…Boong kalau aku buat Plan and follow the exact plan. Yang Jujur. I did plan my weeks. Hari Minggu, aku akan note apa aja kerjaan dan meeting serta appointment yang harus aku lakukan, termasuk plan jaga Haka, mau makan apa. Namanya juga niat, pas hari H, rada melenceng dikit gitu. But yes, please plan!

No.2 Koordinasi sama Nyokap dan Suami untuk jaga Anak. Nah ini aku mesti bersyukur juga. Semenjak Freelancing, aku bisa prioritasin mana dulu yang aku kerjain atau datengin. Of course tidak berarti aku leha leha males malesan ya. Tapi semua disesuaikan juga dengan kesanggupan si Ayah atau Nyokap untuk jaga Haka.

No.3 Lupakan Sejenak Menu Makanan Idaman Suami! Go Food dan paling bener..atau ke warteg kalau bener bener pingin makan rumahan. Masak pun aku simple banget, paling tumis tumisan, goreng tempe, atau ayam buat Haka sama ayahnya. Nah tips lagi ni, invest di Slow Cooker. Karena dengan punya Slow Cooker, kita tinggal celup, tidur, nyajiin besoknya. Dan slow cooker bisa masak apa aja, ga meski Sup supan.

No. 4 Bangun Pagi!

Ahey banget. Ini badan sudah otomatis kebangun pukul 4 bu ibuk. Ga tau lagi juga harus diapaain. Nah tapi keuntungannya, aku masih tetap punya jam “waras”. Masih bisa baca buku, surfing the Net, buka sosmed, lanjut bikin sarapan sambil nunggu cucian di mesin cuci. Nyiram taman, aduuuh enak bener deh pokoknya bangun pagi tuh. Warasss

No. 5 REST kapan pun bisa.

Jujur ni, aku ketiduran pas nyetrika. Dikala harus buka email, aku pilih tidur sebentar dulu. Demi recharge badan. Dan ga mesti tidur sih, kadang duduk depan TV nonton KUWTK juga sesi me time banget. Dari yang super kepikiran kerjaan terus, aku jadi restless.

No. 6 Give yourself a Reward.

Panggil tukang Pijit kalau buat aku ni. Udah. Itu doang! Paling bener.

Trus olahraganya kapan Britt??

Dengan semua kegiatan itu, dari yang setiap hari bisa ke Studio atau ke Taman buat Workout, aku cuma bisa lakuin maksimal 45min dirumah. Dan itu lebih dari cukup bikin otot ku cekot cekot.

But I Must. Aku sih tau banget, badanku tidak akan berfungsi benar kalau tidak Olahraga.

Workoutnya ngapain?

Pilates, H.I.I.T, even Yoga. Dan pastinya, pagi, aku ajak Haka jalan kaki keliling komplek sebentar kalau ga da client atau kelas. Itupun lumayan rasanya.

Lantas, gimana buat mama mama yang fulltime job?

Ive been there! For 9years!

We got to negotiate, and prioritize. Stress banget jujur. Aku ga akan bilang mudah. Tapi we can work on it. Akan ada yang harus dikorbankan. Entah itu konsentrasi atau dedikasi kerja, Me Time, social time atau bahkan waktu bersama anak dengan menitip mereka sementara pada orang tua atau kerabat.

Jangan takut Minta Bantuan, dan kalau belum dapat, coba siasati dengan berbagai Plan

Memang drama ART itu luar biasa, hanya aku sudah lelyaahh ngikutinnya. Kita bersyukur saja yuk, sudah ada Go-Clean, Go-Food, Go- auto, waahh…..dan segala fasilitas itulah. Semangat aja yah selalu. Pasti ada jalan.

Dibalik semua ini, yang aku syukurin adalah, aku memilih menjadi Freelance di momen dimana “Home Is Calling”. Padahal…jadi Freelance itu pun tetep harus yaa, kejar bola toh. Dan ga berarti jam kerja lo santai juga. Ok, sekian dulu curhat kerjaan yess.

Ibu ibuk, adek adek yang ditinggal mbak’e juga…sekedar berbagi kegilaan yang aku alami juga yah. Aku jujur aja sih ga mungkin ngaku “hidup gue baek baek aja” pasca lebaran.

Xxx

Image : Pinterest

90’s HITS to Boost Y(our) Mood

For those were born in the 80’s , i bet you understand this. Sometimes in those down low moments, i often reminisced great things on my 90’s. I was young, growing up listening to Debbie Gibson, Tommy Page (oh!), and Jason Donovan…not forgetting KYLIE MINOQUE! I honestly speaking, this listening these tunes really boost my mood.

Here’s a list  of favourite hits that you can actually listen in iTunes Radio 

  1. Electric Youth by Debbie Gibson
  2. I wanna dance with Somebody by Whitney Houston
  3. GOD by Joan Osborne
  4. VOQUE by Madonna
  5. Waterfalls by TLC
  6. Always Forever by Donna Lewis
  7. Gangsta Paradise by COOLIO
  8. Bitter Sweet Symphony by The Verve
  9. Ready To Go by Republica
  10. Baby One More Time by Britney Spears

Can i Name hundreds more?

with the latest monthly paid iTunes Radio, i’m really happy listening to these tunes all day.

watch my mood now

girl-portrait-carnival-retro-46244

xx

 

Pic Source by Pexels

Stage Mom – Full Time Working Mom Fact

 

A fact that I never shared to public.

f594c4d2914b1422681a9df8d8d671d2

I am a performer. I am a dancer, a teacher. And I was working for Les Mills Asia Pacific as Trainer and Presenter for 8 years. Who was presenting and lecturing in front of many people. National and through ASIA.

I started dancing at the age of 3. And yes, I was always performing. Traditional dance – Balinese to begin with until I was 5? And Fashion Shows, Talent Shows, Piano Concert, Ballet Performance for 11 years. Name it. I’ve spent my life on stage.

And today, I still work on many stages.

The stage is a big thing in my life. Not because of I’m a person who loves to be watched. That’s weird ha? But I just knew, that is where I belong. Being on stage always makes me nervous. Always. Everyday. Even to my regular classes.

Those who know me very close. Understand how I actually hate crowds. I hate crowds. For real. But when I was young, I had that moment where I just wanna let go and did not care about what people think. I sang in clubs. Night Clubs. So there was i…kinda lost it.

But you know, sometimes there is this lost opinions to this kind of job that I do. Stage Mom. They took it the wrong way. And start giving zero respect or honour the way we make a living.

34 Years. Today, I felt like everything slowly change. I still love being on stage, but its more about doing an artistic thing like a real dance show, or a real teaching session. And many people been asking me, why in the world, I no longer do Dance Classes that I always love doing. Or why won’t I pursue my Zumba?

Being on stage all the time, required a lot of preparation. And none of it should be done overnight, unless you received a last minute call in which i’m not a big fan of.

  • As an instructor – To teach a class, I will need to prepare a week before for one week ahead. I can’t just change the playlist or class theme on the spot. And sometimes, it is hard to say no to a request. But again, in my plan, i tried to mix and put the best workout.
  • As a Dancer – I refer this to my BodyJam™ or Sh’bam™ class. The beginning of my career, i practise everyday. For hours. I did not skip. But once i have Haka, everything changed. No it is not an excuse, i still did self practise, but this time it is hard to do everyday. And to me that is not enough. But the one thing stick to myself is that i know, i know that I love choreography. That I am able to absorb and review it asap. That is why, going back to BODYJAM™ is a natural thing to do. But these days, it was hard. Not that i could not, but it was hard to manage the time i have and with school activities. Priority needs to change.
  • As a Trainer and Presenter – Months and Weeks is a minimum period i prepare my module. I practise public speaking. I did research to relate the module content with whats happening in real life. I need to understand my preach and “practise” my preach. Practise by mean, doing what I taught.

Those things are important. You cant just do either one. And to me it was a lot.

I had that moment where I became so ignorance and just showed up with no plan. Or teaching without practise and make my class a stage rehearsal. Big NO.

And that was the reason I have to let go some of the role i have been handling this year.

I thank God i realise this earlier and had sometimes to think about. To review and reflect many things. And being with My child is what we all need for now. For him, for me and for my husband. I was not myself, and overwhelmed with many responsibilities that i have agreed before. I was not being consistent and somehow thing my self acting un-professional.

15975144_10207271619941175_7568895814126263120_o

Photo : by Lulu Artistika for Gold’sGym Stronger Day January 2017

But to those of you mothers out there. Who works as a Lecturer, Teacher, Singer, Dancer, DJ or another great job to make a living. Work double, work overtime. I think you understand this. When the curtain call, we are out there. We have to do it, even if we did not have an overnight to prepare.

We do it to make a different in someone’s life. It could be our audiences, our viewers, our trainees, students. We are there to make a different in their life.

Rise up whenever you feel guilty for leaving your babies or kids. Stay grounded when you have Golds in you pocket. Remain calm when you face the hardest storm.

This writing dedicated to All Mothers who are working hard or even a Part Time – Working From Home Mother.

Empower other Woman. Reveal our truth, our self.

 

XX

Britt