How to Maintain Our Health – Motherhood

Wahh…ini sering sekali aku bahas ni sama teman teman sesama ibu, atau sampai eyang eyang ni:)

Bahasan yang menurut aku tidak akan pernah ada ujungnya. Namun, kali ini aku pengen sekali berbagi pengalaman dan tips tips untuk selalu bugar sebagai seoranng ibu.

Hari ini Haka, berulang tahun yang ke 7. Aku jadi sedikit flash back ke hari hari dimana hamil Haka dulu, sampai melahirkan Haka.

Dua minggu pasca melahirkan aku sudah mulai olahraga. Dari mulai routine pilates dirumah, lalu BodyVive sendiri, sampai Jogging pake stroller hitsnya Haka.

Pada intinya, dari umur mingguan, aku sudah banyak mencuri sih. Mencuri waktu untuk bergerak dan tetap aktif.

13051765_10153768772733992_6965004692914907674_n

Foto diatas itu, aku hamil trimester kedua. Kalau tidak salah usia kehamilan 5 bulan. Aku masih aktif presenting BodyVive untuk seluruh Instructor di Jakarta. 

Lanjut lagi yah,

Jadi sebenarnya kapan sih kita bisa meluangkan waktu untuk olahraga dan aktif mengolah tubuh? Kalau habis melahirkan, idealnya kapan?

Pasca melahirkan, kondisi tubuh kita berbeda beda yah pastinya. Proses penyembuhan pun tergantung dengan kondisi tubuh kita masing masing, sebelum melahirkan seperti apa. Kalau normal, kita sebenarnya bisa aktif kapanpun kita nyaman bergerak. Gerakan yang aku maksud, gerak jalan. Dan untuk Sectio, tergantung dengan approval dokter juga dan kondisi jahitan ya. Mohon diingat, karena kita Sectio, otot kita pun butuh waktu untuk menyatu selepas dibelek. It will take time, tapi….untuk gerakan ringan saja tidak harus menunggu otot itu rapat sekali. It will take months to heal, and sadly it will be too late to start if we keep on waiting.

So listen to your body, patokan aku adalah semasa aku mampu berjalan dan nyaman untuk berjalan, disaat itu saya mulai “bergerak”

Untuk perihal POST NATAL workout, nanti aku share lagi ya di waktu lain detailnya:)


 

Nah sekarang, sehari hari bagaimana mensiasati jadwal latihan kita?

Kapanpun dimanapun, gunakan waktu “Kosong” semaksimal mungkin. Variasi gerakan bisa apapun. Aku menggunakan waktu beberapa menit sebelum mandi untuk melakukan PUSH UP kurang lebih 3 set. 1 Set 10 kali.

Di kala lain, sewaktu Haka bayi, aku rajin SQUAT disaat menggendong Haka atau SOOTHING him before putting him to bed.

Saat ini, rutinitas aku bisa pagi subuh pukul 05.30 – aku lari keliling blok di rumah. Tiga putaran sudah cukup sekali membuat aku “melek” dan merasa punya energi sepanjang hari. Normalnya, kalau ada waktu senggang dirumah, aku melakukan gerakan Yoga ringan di kamar.

Di kala lain, aku melakukan Resistance Training, sambil menonton TV. Semua tidak ada yang lebih dari 30 menit. Tapi dilakukan secara rutin dan berani. Berani dalam hal ini adalah berani berkeringat, berani pegal dan berani ngos ngosan.  Heheheh…. Gerakan apapun dan aktivitas fisik apapun bisa membantu tubuh membangun kebugaran dan menjaga fisik kita untuk kuat dan sehat.

Bottom line is, sebagai IBU, kita dituntut untuk BUGAR. Bugar tidak berarti sexy punya six packs , itu bonus aja sih. Bugar itu secara fisik kita sehat, mental juga sehat. Jantung dan organ lain pun ikut sehat. Ini dibutuhkan untuk menjalani peran kita sehari hari yang kadang hectic nya tidak tanggung tanggung. Buat yang sibuk sekali dengan rumah dan anak anak, mungkin kadang tidak ada waktu mengunjungi pusat kebugaran. Tapi bukan berarti tidak bisa berolahraga sendiri kok:)

Mari siasati dan sisihkan waktu dengan mempergunakan sebaik mungkin untuk menyehatkan tubuh kita. Ibu dan Anak yang sehat, akan membentuk keluarga yang sehat. Mari mulai bergerak.

Boleh komen dibawah kalau ada pertanyaan seputar olahraga yang dapat kita lakukan sendiri dirumah ya:)

Salam Ibu Bugar

Britt

 

Source:

http://www.weightlossresources.co.uk

http://www.lesmills.com.uk

 

 

 

 

 

 

Sun Salutation Warms Up Mom’s Day

Have you heard the sanskrit word Surya Namaskar? The Sanskrit word Namaskar stems from namas, which means “to bow to” or “to adore.” The familiar phrase we use to close our yoga classes, namaste—te means “you”—also comes from this root.

The english would be Sun Salutation.

Sun Salutation appears in the beginning of a Yoga Class. Depending on what types of Yoga it is. But in general, Sun Salutation is an early part to warm up body.

Now, how to apply this to our daily life as a mom? Especially busy moms. Full time Working Mom, SAHM, WAHM…?

Add this to your everyday routine, right after you step off from bed, after the first toilet visit. Do this with empty stomach. You can meditate before, and then do 2 to 3 rounds of Sun Salutation A, and if you have more time, do 2 extra rounds of Sun Salutation B

Sun Salutation works the whole body. It is meant to warm up from head to toe and giving a moving meditation to our mind. Now don’t worry if you are just beginning. You can take it easy and enjoying the comfort of your own breathing rhythm.

Kanker Kulit : Penyebab dan Pencegahannya

Selama ini, sering sekali kita melihat di Feed Instagram, beberapa online shop dan brand kosmetik gencar mempromosikan produk Sun Protection. Dan apalagi, iklim di Indonesia, kalau sudah terik, panasnya betul betul menusuk kulit.

Saya sering sekali juga, mengingatkan teman teman dan pembaca untuk menggunakan Sun Protection. Terus terang, sedari muda, saya on and off banget menggunakan sun block, tapi pasti selalu punya. Suatu ketika, pada November 2014 ,sewaktu hidup 10 hari di Auckland, seorang teman dekat saya mengingatkan. Bebrit, kamu ga pakai SunBlock? Kamu tau ga sih, disini itu ozon nya sudah menipis. Jadi rentan sekali Kanker Kulit dan spot.

Sudah pun diingatkan seperti itu, masih juga saya sering lengah. Karena apa? Jujur, produk sunblock yang saya pakai waktu itu ROC dan Banana Boat yang memang agak sedikit sticky ya kalau dipakai. Lalu, keliatannya putih banget di muka saya yang geseng ini.

Setahun yang lalu, teman saya seorang pemilik Online Shop kosmetik yang khusus Korean Brand, kembali mengingatkan saya bahayanya paparan sinar matahari yang langsung ke Kulit.

Klik Link di Bawah ini untuk melihat Video yang dikirimkan ke saya ya

How The Sun Sees You

Saya lansir dari MSN.COM

Kanker kulit merupakan sebuah kondisi kelainan sel DNA yang tidak normal di kulit manusia, dan secara umum menyerang sel tubuh sehat dengan ganas. Kelainan ini menyebabkan sel tumbuh dengan tidak terkendali dan membentuk massa sel kanker. Sebagian besar kerusakan DNA di sel kulit diakibatkan dari radiasi ultraviolet (UV) yang ditemukan di sinar matahari.

Selain itu, kanker pada kulit berisiko jika kulit terkena zat beracun atau Anda memiliki kondisi sistem kekebalan tubuh yang lemah. Umumnya, ada 3 jenis kanker pada kulit, pertama adalah karsinoma sel basal yang merupakan jenis kanker yang paling umum menyerang kulit, kedua ada karsinoma sel skuamosa, dan yang terakhir adalah melanoma.

Melanoma itu apa?

Bentuk paling berbahaya dari kanker kulit, pertumbuhan kanker ini berkembang saat kerusakan DNA yang tidak diperbaiki pada sel kulit (paling sering disebabkan oleh radiasi ultraviolet dari sinar matahari atau penyamakan tempat tidur) memicu mutasi (cacat genetik) yang menyebabkan sel kulit berkembang dengan cepat dan membentuk tumor ganas. . Tumor ini berasal dari melanosit yang memproduksi pigmen di lapisan basal epidermis. Melanoma sering menyerupai tahi lalat; beberapa berkembang dari tahi lalat. Mayoritas melanoma hitam atau coklat, tapi warnanya juga bisa berwarna, merah muda, merah, ungu, biru atau putih. Melanoma disebabkan terutama oleh paparan sinar UV yang terus-menerus (sering menyebabkan sengatan matahari), terutama pada mereka yang secara genetik cenderung terhadap penyakit ini. Melanoma membunuh sekitar 10.130 orang di AS setiap tahunnya.

Jika melanoma dikenali dan diobati lebih awal, hampir selalu bisa disembuhkan, tapi bila tidak, kanker bisa maju dan menyebar ke bagian tubuh yang lain, dimana menjadi sulit diobati dan bisa berakibat fatal. Meskipun bukan kanker kulit yang paling umum, hal ini menyebabkan kematian terbanyak. Pada 2016, diperkirakan 76.380 di antaranya adalah melanoma invasif, dengan sekitar 46,870 pada pria dan 29,510 pada wanita.

Sumber : Skin Cancer Org.

Melanoma sendiri awal mulanya terlihat seperti tahi lalat yang lunak, gelap. Namun, yang perlu diwaspadai adalah apabila ia makin membesar.

Selain Melanoma masih ada beberapa jenis kanker kulit yang lain. Namun kali ini saya akan bahas perihal penyebab dan pencegahan yang masih bisa kita lakukan. Untuk selengkapnya mengenai Kanker Kulit, bisa dibaca di http://www.skincancer.org

Lalu, apa hubungan paparan sinar matahari langsung dengan kanker kulit?

Salah satu penyebab kanker kulit adalah UV RAY

The sunlight that reaches us is made up of two types of harmful rays: long wave ultraviolet A (UVA) and short wave ultraviolet B (UVB). UVA rays penetrate deep into the dermis, the skin’s thickest layer.

Sinar UVA dan UVB berbahaya bagi kulit, dan dapat menyebabkan kanker kulit, termasuk melanoma. Blistering sunburns pada anak usia dini terutama meningkatkan risiko, tapi berjemur di kemudian hari dan keterpaparan kumulatif juga bisa menjadi faktor. Orang-orang yang tinggal di lokasi yang memiliki lebih banyak sinar matahari – seperti Florida, Hawaii, dan Australia – mengembangkan lebih banyak kanker kulit, namun beberapa lokasi di utara dengan populasi berkulit terang juga memiliki jumlah kanker kulit yang tinggi. Hindari menggunakan stan penyamakan atau tempat tidur penyamakan, karena meningkatkan paparan sinar UV Anda, meningkatkan risiko pengembangan melanoma dan kanker kulit lainnya

Paparan yang tidak terlindungi dapat menyebabkan penuaan dini kulit dan kerutan (photoaging), dan penekanan sistem kekebalan tubuh. Sinar UVB biasanya akan membakar lapisan dangkal kulit kita. Ini memainkan peran kunci dalam pengembangan kanker kulit. Intensitas sinar UVB bervariasi menurut musim, lokasi dan waktu, dengan pukul 10.00 sampai 16.00 menjadi jam sibuk. Kulit yang terbakar sinar matahari tidak hanya terasa mengerikan, namun bisa menyebabkan kerusakan permanen dari waktu ke waktu.

Selain Paparan Sinar Matahari langsung, beberapa faktor lain juga menjadi penyebab kanker kulit.

Antara lain :

  • Moles atau Tahi Lalat : Ada dua jenis tahi lalat: tahi lalat normal – noda coklat kecil, pertumbuhan, atau “tanda kecantikan” yang muncul dalam beberapa dekade pertama kehidupan di hampir setiap orang – dan tahi lalat atipikal, juga dikenal sebagai nevi displastik. Molus atipikal bisa menjadi prekursor melanoma, dan membuat mereka berisiko terkena melanoma. Tapi terlepas dari jenisnya, semakin banyak tahi lalat yang Anda miliki, semakin besar risiko melanoma Anda
  • Genetik atau Faktor Turunan dari keluarga anda yang pernah memiliki sejarah Kanker Kulit.
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah : yang dikompromikan sebagai hasil kemoterapi, transplantasi organ, paparan sinar matahari yang berlebihan, dan penyakit seperti HIV / AIDS atau limfoma dapat meningkatkan risiko melanoma Anda

Nah sekarang kembali ke penggunaan Skin Care kita yang dimana kita sebut dengan SUN PROTECTION.

Sun Protection sendiri terbagi lagi menjadi dua. Yakni Sun Screen dan SUN BLOCK

Sunblock, jenis fisiknya, mengandung bahan organik dan non-organik yang berada di atas kulit yang berfungsi sebagai penghalang antara kulit Anda dan sinar UV yang merusak dengan merefleksikan atau menyebarkan sinar UVB. Carilah produk dengan octyl methoxycinnamate, octyl salicylate dan octocrylene.

Tabir surya atau SUNSCREEN, jenis kimia, menembus kulit dan menyerap sinar UVA sebelum mereka dapat mencapai dan merusak lapisan dermal Anda. Seng oksida dan titanium dioksida adalah bahan aktif dalam menangkis sinar UV yang berbahaya sebelum mencapai lapisan luar epidermis pelindung kulit Anda. Bahan lain yang harus dicari adalah ecamsule, yang merupakan pelindung matahari yang bisa dipindai yang menghalangi sinar UVA.

Sunblocks diformulasikan untuk melindungi sinar UVB, sementara tabir surya melindungi terhadap UVA. Untuk melindungi kulit Anda sepenuhnya, pilihlah tabir surya yang diformulasikan secara luas yang akan melindungi sinar UVA dan UVB. Beruntung hari ini, formula sering mengandung campuran keduanya.

Lalu gimana cara mengetahui jumlah SPF yang kita perlukan?

Setiap kemasan Sun Screen dan Sun Block akan selalu mencantumkan jumlah SPF yang terkandung. Nah cara menghitungnya adalah berapa lama kita akan terpapar sinar matahari dikalikan dengan jumlah SPF dalam produk tersebut.

Misalkan

SPF 30 adalah 30 dikalikan 10 menit : Maka Ia akan melindungi kulit selama 300 menit. Selepas itu, kita sebaiknya mengoleskan lagi hingga selesai kegiatan outdoornya.

Semakin tinggi angka SPF tidak mengindikasikan seberapa kuat perlindungan yang disediakan oleh produk tersebut. SPF10 melindungi Anda dari terik matahari sama baiknya dengan SPF15 atau SPF50 sekalipun. Tingkat SPF tinggi akan memblokir lebih banyak UVB, namun tidak menyediakan 100% proteksi dari risiko kulit gosong. Namun, produk ber-SPF tinggi mampu memberikan perlindungan lebih baik dari risiko kerusakan kulit jangka panjang, seperti kanker kulit.

Semakin kecil tingkat SPF, Anda harus lebih sering untuk mengaplikasikan ulang untuk memperlama waktu Anda beraktivitas di bawah terik matahari tanpa khawatir terbakar.

Perlu diingat bahwa produk pelindung matahari, baik itu tabir surya atau sunblock, mudah terbilas air, membuat sebagian tubuh Anda menjadi rentan terhadap sinar UV. Mengaplikasikan perlindungan matahari secara tidak merata atau tidak cukup sering dapat mengurangi efektivitasnya. Berapapun tingkat SPF dari produk yang Anda gunakan, gunakan ulang secara merata baik setelah jangka waktunya habis, atau segera setelah selesai berenang atau berkeringat.

Now for some confusion….

upset-534103_640

Nah, pernah nih, saya mengingatkan seorang teman yang hobinya traveling out door sampai gosong. Dia berkata bahwa suncreen atau sun block tidak dapat melindungi kulitnya dari GOSONG. 

Betul. Sun Protection tidak menjamin kulit kita yang terpapar matahari atau sengaja memang di gelapkan – menjadi tidak gelap atau belang atau gosong. Sifatnya hanya melindungi kulit kita dari UV Rays yang berbahaya itu.

Bottom line, saya ga musuhan sama MATAHARI. Kita juga sebaiknya bersyukur ya, matahari bersinar terang. Karena dialah sumber kehidupan di Bumi dan Tata Surya. Namun pintar pintar juga kita ni merawat diri kita. Saya termasuk anak matahari. Sukanya main diluar. Saya ga takut hitam, tapi akibat paparan matahari, bisa memicu timbulnya spot hitam di kulit.

Jadi, ibu ibu dan wanita cantik sedunia. Silahkan mulai membiasakan diri memakai Sun Protection ya. Buat Anak anak juga ada kok. Jangan ditunda. Jangan main main dengan Matahari. Biarkan juga anak anak bahagia main di luar dengan alam, tanpa harus terkena resiko penyakit kanker kulit.

Ini beberapa Produk yang sudah saya pakai ya, termasuk untuk si anak bocah